Most apps grow a nav bar one feature at a time until it's five, six, seven icons deep and nothing has room to breathe. Tenang has four: Home, Tools, Companion, Journal. That's not an early-stage gap waiting to be filled — it's the count on purpose. Kebanyakan aplikasi membesarkan bilah navigasinya satu fitur demi satu fitur sampai jadi lima, enam, tujuh ikon dan tidak ada yang punya ruang untuk bernapas. Tenang punya empat: Home, Tools, Companion, Journal. Itu bukan celah tahap awal yang menunggu diisi — itu jumlah yang memang disengaja.
Self-check almost got its own icon Self-check hampir dapat ikonnya sendiri
Self-check is a real, frequently used part of the app — and it still doesn't have a tab. It lives as a screen you reach from Home when you actually want it, instead of a permanent icon competing for space every single time you open the app, whether you need it that day or not. Self-check adalah bagian nyata dan sering dipakai dari aplikasi ini — dan tetap saja tidak punya tab sendiri. Ia hidup sebagai layar yang kamu buka dari Home saat memang membutuhkannya, bukan ikon permanen yang memperebutkan ruang setiap kali kamu membuka aplikasi, entah kamu perlu hari itu atau tidak.
Four fills the bar; a fifth wouldn't Empat sudah pas mengisi bilah; kelima tidak akan pas
One tab for the garden and overview, one for calming tools, one for the AI companion, one for writing. Four items sit evenly spaced and easy to reach with a thumb. A fifth wouldn't make the app more capable — it would just make the bar more crowded. Satu tab untuk taman dan ringkasan, satu untuk alat menenangkan diri, satu untuk teman AI, satu untuk menulis. Empat item duduk dengan jarak merata dan mudah dijangkau ibu jari. Tab kelima tidak akan membuat aplikasi ini lebih mampu — hanya akan membuat bilahnya lebih sesak.
Cutting scope instead of adding it Memangkas cakupan, bukan menambahnya
Every feature that gets its own tab is a small claim on your attention every time you open the app, whether you're there for it or not. Deciding what stays off the nav bar mattered as much as deciding what's on it. Setiap fitur yang dapat tab sendiri adalah klaim kecil atas perhatianmu setiap kali kamu membuka aplikasi, entah kamu ke sana untuknya atau tidak. Memutuskan apa yang tidak masuk bilah navigasi sama pentingnya dengan memutuskan apa yang masuk.