Most apps bury the controls that actually matter — data export three menus deep, account deletion behind a support email. Tenang keeps lock, export, and wipe in plain sight in Settings, and each one tells you exactly what it does before you commit to it. Kebanyakan aplikasi menyembunyikan kontrol yang sebenarnya penting — ekspor data tiga menu ke dalam, hapus akun di balik email dukungan pelanggan. Tenang menaruh kunci, ekspor, dan hapus semua secara terbuka di Pengaturan, dan masing-masing memberitahumu persis apa yang akan terjadi sebelum kamu melanjutkan.
Lock is the real key, not a decoration Kunci adalah kunci sungguhan, bukan sekadar hiasan
The passphrase that opens the app is the same secret that derives the encryption key for everything stored on your device. It isn't a cosmetic PIN screen in front of data anyone could reach anyway — forget it, and there's no backend reset, because there's no backend that can read your data in the first place. The app says so directly: "This lock lives only on your device. If you forget it, we can't open it." Frasa sandi yang membuka aplikasi ini adalah rahasia yang sama yang menghasilkan kunci enkripsi untuk semua yang tersimpan di perangkatmu. Ini bukan sekadar layar PIN kosmetik di depan data yang sebenarnya bisa dijangkau siapa saja — kalau lupa, tidak ada reset dari server, karena memang tidak ada server yang bisa membaca datamu sejak awal. Aplikasinya bilang langsung: "Kunci ini hanya ada di perangkatmu. Kalau lupa, kami tidak bisa membukanya."
Export tells you the tradeoff upfront Ekspor memberitahu risikonya lebih dulu
Exporting your data produces a plain, portable backup file — and a portable file can't stay encrypted the way your on-device copy is. Rather than gloss over that, the export screen states it before you can proceed: the backup file is not encrypted, and anyone who opens it can read your journal and screening results. You decide if that tradeoff is worth it, with the real risk in front of you, not hidden in a settings toggle. Mengekspor datamu menghasilkan berkas cadangan biasa yang bisa dipindahkan — dan berkas yang bisa dipindahkan tidak bisa tetap terenkripsi seperti salinan di perangkatmu. Daripada menutupinya, layar ekspor menyatakannya sebelum kamu bisa melanjutkan: berkas cadangan ini tidak terenkripsi, dan siapa pun yang membukanya bisa membaca jurnal dan hasil skriningmu. Kamu yang memutuskan apakah risiko itu sepadan, dengan risiko sesungguhnya di depan matamu, bukan tersembunyi di balik sebuah sakelar pengaturan.
Wipe means it, and asks twice Hapus semua benar-benar berarti hapus, dan ditanyakan dua kali
Deleting everything — moods, journal, screening results, your passphrase — is permanent, and the app doesn't pretend otherwise. It asks for confirmation twice, and the second prompt suggests exporting a backup first. Once you confirm, you're back at onboarding. No trash folder, no thirty-day grace period holding a copy somewhere you didn't ask for. Menghapus semuanya — suasana hati, jurnal, hasil skrining, frasa sandimu — bersifat permanen, dan aplikasi ini tidak berpura-pura sebaliknya. Kamu diminta konfirmasi dua kali, dan prompt kedua menyarankan untuk mengekspor cadangan lebih dulu. Setelah dikonfirmasi, kamu kembali ke onboarding. Tidak ada folder sampah, tidak ada masa tenggang tiga puluh hari yang diam-diam menyimpan salinan di suatu tempat yang tidak kamu minta.
These three screens don't get confetti or reassuring pastel copy, because losing access to your own mind's record isn't something to soften. Plain and serious felt more honest than friendly. Ketiga layar ini tidak diberi efek konfeti atau teks pastel yang menenangkan, karena kehilangan akses ke catatan pikiranmu sendiri bukan hal yang perlu dilunakkan. Apa adanya dan serius terasa lebih jujur daripada berusaha terasa ramah.